Breaking News
Jakarta, Indonesia

Sragen Diam-diam Punya Artis Top Berkarakter Budaya, Siapakah Dia?

indonesiasatu, 17 Jun 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

SRAGEN - Di tengah meledaknya panggung hiburan di negeri ini yang diisi dengan lagu-lagu dan karakter budaya barat, diam-diam Kota Sragen memiliki seorang artis campursari yang luar biasa, ia sedang berjuang untuk memajukan dan melestarikan gendhing-gendhing(lagu) Jawa yang saat ini hampir hilang terlupakan. Rabu(17/6/2020).

Yakni Prigel Pangayu Anjarwening, dara cantik kelahiran 9 September 2000 ini beda dengan gadis Jaman Now umumnya. Siapa sangka, Prigel yang usianya tergolong masih sangat muda ini justru memilih karir untuk menjadi penembang gendhing Jawa atau Campursasi.

Kepada Wartawan indonesiasatu.co.id Prigel secara langsung blak-blakan tentang karirnya, ia mengatakan lebih bangga melestarikan karya budaya dari negeri sendiri daripada meniru budaya negeri orang lain.

Prigel menilai, ia sebenarnya prihatin melihat kondisi pemuda-pemudi jaman sekarang, pemuda-pemudi jaman sekarang cenderung lebih bangga dengan berkarakter budaya barat dibandingkan budayanya sendiri.

Prigel sudah komitmen akan tetap memilih menjadi seorang Sinden.

"Akan saya uri-uri budaya ini, saya tidak takut dibilang norak ataupun kampungan. Justru dengan ini saya bangga bisa melestarikan budaya kita sendiri, karena tidak semua orang bisa melakukan itu," paparnya dengan senyum.

Anak dari pasangan Agus Lestari dan Titik Iswanti ini sudah mulai terlihat bakat alaminya sejak ia masih duduk dibangku TK nol kecil, saat itu ia menjadi penari, berjalannya waktu ia mulai memunculkan bakatnya dibidang penembang gendhing/lagu Jawa sebagai Pasinden.

Meskipun orang tuanya merupakan salah satu seorang pengusaha ternama di Sragen, ia ternyata lebih suka mandiri dan tidak mengandalkan kekayaan yang dimiliki orang tuanya. Terbukti saat ini ia juga sedang menekuni bisnis didunia Fashion Muslim, dengan usahanya itu ia bisa membiayai segala kebutuhannya.

Selain itu, Prigel mempunyai strategi khusus agar ia tidak bosan atau jenuh dengan dunia sinden yang sedang ia tekuni saat ini. Untuk menghindari rasa bosan atau jenuh, ia justru memilih belajar lebih dalam tentang gendhing beserta makna filosofinya, dengan trik itu maka ia bisa lebih menghayati jika ia melantunkan irama tersebut.

Ia menerangkan bahwa lagu-lagu jawa itu penuh filosofi kehidupan yang bisa diterapkan dikehidupan sehari-hari, kebanyakan nilai nasehat dan pengingat.

Usut punya usut, saat ini ia sedang dilirik banyak orang, mulai dari penggemar maupun pengusaha yang ingin menjadikan Prigel sebagai partner bintang. Salahsatu yang sudah terjadi yaitu Dirut UT di Malang jawa Timur, Dirut UT tersebut menggandeng Prigel dalam pembuatan sebuah konten video, konten video tersebut bertujuan untuk membuat audien tertarik dengan UT. Tentu hal ini juga merupakan sebuah kebanggan bagi Prigel.

Meski saat ini ia sedang mengenyam pendidikan semester dua di Prodi Ilmu Hukum di Kediri Jawa Timur, ia tergolong juga pintar membagi waktu dengan aktifitas lainnya.

Lebih Lanjut, Prigel menuturkan bahwa ia juga termotivasi oleh Sinden Soimah. Dunia keartisannya ingin ia mulai dari bawah, memerlukan proses dan perjuangan.

"Saya mengidolakan Budhe Soimah, saya kagum padanya. Selain pandai bernyanyi, Budhe Soimah terlihat cantik serta sederhana penampilannya dengan selalu mengenakan sandhangan (pakaian) Jawanya," pungkasnya. (Sugiyanto)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu